Bangunan Termegah Sepanjang Sejarah Umat Manusia
Ka’bah

| Jumat, 01 Desember 2006 07:33.40 WIB | |
Kalimantan Tengah (Kalteng), ternyata memiliki banyak potensi wisata. Di provinsi yang beribukota Palangkaraya ini, kita bisa melakukan berbagai aktivitas wisata menarik dan menantang, seperti treking, berkemah, mengamati burung dan orang utan, menyusuri sungai, mancing, bersepeda, dan sebagainyaDalam kunjungan belum lama ini, saya mendapatkan kenyataan bahwa Kalteng bukan hanya memiliki Hutan Rehabilitasi Orang Utan di Tanjung Puting. Namun ternyata menyimpan beberapa objek wisata lain yang cukup memikat hati sebagai alasan untuk berkunjung.Kota Palangkaraya berpenduduk sekiter 200 ribu. Suasananya tenang dengan jalan raya utama yang lebar. Hampir tidak pernah terjadi kemacetan lalulintas. Untuk mencapainya dapat ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta dan Surabaya yang dilayani tiap hari oleh Batavia Air serta Sriwijaya Air dari Jakarta, masing-masing sekali. Selain itu, Palangkaraya juga dihubungkan dengan penerbangan perintis dari/ke Pangkalanbun, Sampit dan Ketapang. Baca Lanjutannya… |
|
Disebut Masjid Nabawi kerana Nabi Muhammad S.A.W. selalu menyebutnya dengan kalimah, ” Masjidku ini”, pada setiap kali baginda menerangkan tentang sebuah masjid yang sekarang berada di pusat kota Madinah. Nabi bersabda,” Sembahyang di masjidku ini lebih utama daripada sembahyang seribu kali di masjid lain kecuali Masjidil Haram”. Baca Lanjutannya…
Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari
Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya “Islam in the Sivyet Union” (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.