POTENSI ALAM KALIMANTAN TENGAH

Jumat, 01 Desember 2006 07:33.40 WIB
Kalimantan Tengah (Kalteng), ternyata memiliki banyak potensi wisata. Di provinsi yang beribukota Palangkaraya ini, kita bisa melakukan berbagai aktivitas wisata menarik dan menantang, seperti treking, berkemah, mengamati burung dan orang utan, menyusuri sungai, mancing, bersepeda, dan sebagainya
Dalam kunjungan belum lama ini, saya mendapatkan kenyataan bahwa Kalteng bukan hanya memiliki Hutan Rehabilitasi Orang Utan di Tanjung Puting. Namun ternyata menyimpan beberapa objek wisata lain yang cukup memikat hati sebagai alasan untuk berkunjung.Kota Palangkaraya berpenduduk sekiter 200 ribu. Suasananya tenang dengan jalan raya utama yang lebar. Hampir tidak pernah terjadi kemacetan lalulintas. Untuk mencapainya dapat ditempuh dengan penerbangan dari Jakarta dan Surabaya yang dilayani tiap hari oleh Batavia Air serta Sriwijaya Air dari Jakarta, masing-masing sekali. Selain itu, Palangkaraya juga dihubungkan dengan penerbangan perintis dari/ke Pangkalanbun, Sampit dan Ketapang.

Saya mencatat ada beberapa objek wisata di Palangkaranya dan sekitarnya, baik yang bernuansa budaya, alam, lingkungan maupun bermuatan pendidikan. Rungan Sari misalnya, merupakan kompleks permukiman khusus yang ditata dalam taman. Bangunannya banyak mengambil gaya arsitektur tradisional Dayak, Rumah Betang (Rumah Panjang). Lokasinya berada di KM 36 sebelah baratlaut Palangkaraya atau dua kilometer lebih jauh dari Tangkiling. Dengan berkendaraan mobil dapat dicapai sekitar 45 menit dari Palangkaraya.

Di sana tersedia akomodasi buat tamu yang berjumlah 6 unit bungalow, masing-masing terdiri atas 4 kamar yang dapat menampung total tamu minimal 48. Akomodasinya itu setara dengan kategori bintang tiga. Tiap kamarnya dilengkapi dengan AC dan TV yang menyalurkan siaran nasional dan internasional. Selain itu, ada akomodasi sederhana yang disebut “Eco Village” bagi para tamu yang lebih menyukai tinggal dekat keaslian lingkungan alam.

Rungan Sari berada jauh dari keramaian, oleh karena itu tepat digunakan untuk pertemuan atau rapat, mengingat ketenangan lingkungannya. Disana kita juga mengisi liburan dengan kembali-ke-alam (back-to-nature), karena lingkungan alamnya masih asli dan dekat dengan keaslian budaya masyarakatnya.

Tempat ini sudah dilengkapi restoran dengan berbagai pilihan ruangan, baik ruang ber-AC, ruang terbuka, dan sisi kolam renang. Restorannya menyajikan berbagai hidangan makanan nasional maupun internasional serta bermacam jenis minuman. Fasilitas lainnya, kolam renang, lapangan tenis, lapangan sepakbola mini, dan bola basket yang tersedia dan dapat digunakan oleh para penghuni permukiman maupun tamu.

Objek lain yang patut dikunjungi adalah Pusat Informasi dan Edukasi Orang Utan yang dikelola oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Suvival Foundation). Waktu tempuhnya cuma sekitar 10-15 menit dari Rungan Sari dengan mobil. Tepatnya di Nyaru Menteng, KM 28 atau delapan kilometer dari Rungan Sari ke arah Palangkaraya. Dari jalan raya, masuk jalan tanah ke kiri kira-kira 500 Meter.

Objek ini terbuka untuk umum pada hari Minggu dan libur. Disana kita dapat melihat Orang Utan baik yang berada dalam perawatan medis, maupun yang dipersiapkan di hutan kecil (arboretum) yaitu tempat pelatihan untuk tidak kurang dari 500 ekor orang utan, sebelum dilepas kembali ke dalam habitatnya. Nyaru Menteng berfungsi sebagai Pusat Informasi, database, edukasi mengenai orang utan serta rehabilitasi, reintroduksi, dan klinik orang utan.

Tidak jauh dari situ, sekitar dua kilometer masuk lebih dalam, terdapat Danau Tahai. Disana kita dapat melakukan rekreasi air, seperti berperahu, paddle boat, mancing, dan sebagainya. Di danau ini terdapat beberapa rumah terapung tradisional milik penduduk setempat.

Kalau belum puas, kita bisa melanjukan perjalanan ke Pulau Rehabilitasi Orang Utan yang lokasinya hanya bisa dicapai dengan mengarungi Sungai Rungan. Alat transportasi yang bisa dipakai adalah motorboat atau perahu kayu bermotor. Kalau kita melakukan perjalanan sungai pada pagi hari, memberi peluang untuk melihat Burung Tingang (hornbill), Elang, Pekakak (kingfisher), dan kera berhidung panjang (bekantan) yang berada di hutan sebelah kiri dan kanan sepanjang sungai.

Pusat Rehabilitasi Orang Utan lainnya yang dapat kita kunjungi berada di Taman Nasional Tanjung Puting, yang terletak di semenanjung sebelah selatan. Lokasinya dapat dicapai dari Palangkaraya dengan penerbangan perintis melalui Pangkalanbun.Dengan luas lebih dari 300.000 hektar, Taman Nasional Tanjung Puting semula dibuka tahun 1936 sebagai Taman Perburuan (Game Reserve). Sejak tahun 1982 ditetapkan sebagai Taman Nasional (Suaka Alam dan Margasatwa) yang dilindungi sebagai habitat Orang Utan termasuk yang direhabilitasi dari satwa piaraan.

Bagi yang menyukai kegiatan di alam terbuka, Bukit Tangkiling merupakan salah satu tempat yang cocok. Khususnya untuk bersepeda dan mendaki (biking & hiking). Kegiatan menarik lainnya, bersepeda ke Taman Alam untuk melihat peternakan buaya. Kalau masih kuat, lanjutkan ke sebuah pondok yang mulai usang, yaitu tempat Bung Karno dulu biasa beristirahat dalam kunjungannya kesana. Dari puncak bukit ini, kita dapat melihat pemandangan indah berupa perbukitan dan sungai di seberang dataran hutan.

Selain itu Bukit Batu Kasongan yang terletak sekitar 40 Km ke arah baratlaut dari Rungan Sari. Kota Kasongan patut dikunjungi karena daerah ini dikenal dengan usaha pendulangan emas secara tradisional yang dilakukan masyarakat setempat. Di perjalanan menuju kota ini, kita dapat di Bukit Batu yang memiliki bebatuan beraneka bentuk.

Objek lain yang tak kalan menarik, Rumah Betang Tumbanggagu. Untuk mencapai Rumah Betang (Rumah Panjang) ini, harus ditempuh melalui perjalanan Sungai Katingan ke arah utara. Rumah Betang adalah rumah tradisional Dayak berbentuk panggung yang ditopang oleh tiang-tiang balok besar dari kayu ulin. Panjang Betang bisa sampai puluhan meter, mampu menampung satu keluarga besar yang erdiri dari beberapa generasi. Di sekitar lokasinya, kita dapat melakukan treking, mengamati burung, berperahu, dan berkemah serta melakukan observasi lebih jauh ke hulu sungai. TC Soelaiman Wiria Atmadja

www.wisatanet.com/travel_review.php?kode=1&id=74

Danau Tahai.

Obyek wisata Danau Tahai terletak di desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, berjarak sekitar 29 Km dari Pusat Kota Palangka Raya. Untuk mencapai ke lokasi sangat mudah, yaitu hanya memakan waktu ± 30 Menit baik dengan menggunakan Kendaraan Roda dua maupun kendaraan roda empat, dengan kondisi jalan aspal yang cukup bagus.


Bukit Tangkiling

Obyek wisata ini berjarak sekitar ± 34 Km dari Pusat Kota Palangka Raya, dengan waktu tempuh kira – kira 45 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan melewati jalan aspal dan untuk mencapai ke puncak bukit dengan melewati jalan setapak.
Lokasi obyek wisata ini secara geografis Terletak secara geografis terletak di Kelurahan Banturung dan Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu.
Luas keseluruhan kawasan wisata ini adalah 2.594 Ha, dengan rincian sebagai berikut : Cagar Alam seluas 2.061 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 533 Ha.

Arboretum
Tidak jauh dari lokasi Danau Tahai, di kawasan “Nyaru Menteng“ terdapat obyek wisata lain yang tidak kalah menariknya yaitu obyek wisata Arboretum yaitu taman hutan percontohan. Merupakan hutan lindung dan langka di tepi Danau Tahai. Obyek wisata ini berjarak sekitar 29 Km dari pusat Kota Palangka Raya, dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, dengan kondisi jalan beraspal yang masih bagus.
Di lokasi Taman Arboretum ini tumbuh berbagai jenis pepohonan, seperti geronggang, meranti, cemara, madang tampang, mahang, kamisi ( jambu – jambuan, rambangun, kahui ( balangiran ) dan sebagainya. Kawasan ini selain sebagai tempat wisata juga digunakan sebagai obyek penelitian flora.
Di lokasi Arboretum ini terdapat Klinik Orang Hutan, yaitu tempat pengobatan/perawatan orang hutan yang sakit. Walaupun tidak semua orang bisa masuk ke dalam areal Klinik Orang Hutan ini, namun untuk pengunjung disediakan tempat khusus untuk melihat orang hutan yang relatif sudah sehat. Hal ini tentu akan menambah daya tarik obyek wisata ini.

Taman Nasional Tanjung Putting
Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan pelestarian alam yang sangat penting artinya untuk melindungi flora dan fauna khas dan endemik di Pulau Kalimantan. Pada awalnya terdiri dari Cagar Alam Kotawaringin dan Suaka Margasatwa Sampit dengan luas total 305.000 ha. Namun semenjak tahun 1996 taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya Kalimantan Tengah ini bertambah luasnya menjadi 415.040 hektar.
Secara geografis terletak antara 2° 35′- 3° 20′ Lintang Selatan dan 111° 50′- 112° 15′ Bujur Timur dan meliputi wilayah Kecamatan Kumai, Kecamatan Hanau di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kecamatan Pambuang Hulu, Kecamatan Sebuluh dan Kecamatan Seruyan Hilir di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kawasan ini dibatasi oleh anak Sungai Kumai, Sungai Sekonyer di sebalah utara, Sungai Seruyan di sebaelah timur dan pantai Laut Jawa di sebelah selatan dan barat.
Tanjung Puting beserta beberapa taman nasional lain di Kalimantan, merupakan benteng terakhir dalam penyelamatan satwa dan tumbuhan asli Kalimantan yang terancam kepunahan akibat berarnya desakan hidup manusia.

  www.bi.go.id/…/KER01/Profil/Kalteng/Wisata.htm

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.